Bahasa INGE NDAI (Bahasa Sambori)


Sambori  dan sekitarnya adalah wajah lama Bima yang memiliki keunikan tersendiri baik dari sisi sejarah maupun budayanya. Salah satu dari keunikan itu adalah Bahasa yang dituturkan warganya yang berbeda dengan bahasa Bima atau Nggahi Mbojo. Adalah sesuatu yang unik dan klenik tentunya dimana dalam satu wilayah terdapat beberapa bahasa yang digunakan dan pernah hidup bersama masyarakatnya.  
Menurut sejarah perkembangannya Bahasa Bima dibagi dalam 2 kelompok yaitu :
1.    Kelompok Bahasa Bima lama meliputi ;
  • Bahasa Donggo, dituturkan oleh masyarakat Donggo Ipa yang bermukim di pegunungan sebelah barat teluk Bima meliputi desa O’O, Kala, Mbawa, Palama, Padende, Kananta dan Doridungga.
  • Bahasa  INGE NDAI yang dituturkan  oleh masyarakat Donggo Ele yang bermukim di lereng Gunung Lambitu  Wawo Tengah) meliputi desa Tarlawi, Kuta, Sambori, Teta, Kaowa, dan Kaboro.
2.    Kelompok Bahasa Bima baru, lazim disebut dengan Nggahi Mbojo, digunakan oleh masyarakat umum di Bima dan berfungsi sebagai bahasa ibu. Khusus bagi masyarakat Sambori dan pemakai bahasa Bima lama lainnya , Bahasa Bima baru berfungsi sebagai pengantar komunikasi dengan orang lain di luar kalangan mereka. Sedangkan khusus untuk di kalangan mereka, Bahasa Sambori dan Donggo tetap digunakan sebagai alat komunikasi. (H. Abdullah Tayib, BA : Sejarah Bima Dana Mbojo Hal : 36) 
Belum diketahui pasti, kapan Rumpun Bahasa INGE NDAI  mencapai puncaknya dan sejak kapan pula mulai pudar dalam penuturan warganya. Bahasa INGE NDAI menyebar di sejumlah kampung dan desa yang ada di gugusan pegunungan Lambitu di tenggara Kota Bima seperti di Desa Tarlawi, Kaboro, Teta, Sambori, Kadi (Kaowa) dan Kuta. Desa-desa ini masuk dalam wilayah kecamatan pemekaran Lambitu, kecuali Desa Tarlawi yang masuk dalam wilayah kecamatan Wawo karena jaraknya sekitar 7 KM dari Wawo.
Jika dicermati dari beberapa kata memiliki kesamaan dengan bahasa Bugis, Flores, Manggarai, Sumbawa, Melayu dan suku-suku lain di Indonesia. Misalnya Manasu dan Manu yang berarti memasak, sama dengan bahasa Bugis. Asu yang berarti anjing, sama dengan bahasa Manggarai dan Sumbawa. Mate yang berarti mati sama dengan Bahasa Sumbawa dan Bugis. Kemiri, Nangka juga sama dengan bahasa Melayu. Dan masih banyak kosa kata lainnya yang memiliki persamaan. Tapi pada sebagian besar kata-katanya memiliki kesamaan dengan Nggahi Mbojo (Bahasa Bima).
Berikut  deretan 100 Kata Rumpun INGE NDAI :

No
Sambori
Mbojo
Indonesia
1.
Manga
Ngaha
Makan
2.
Nono
Enu
Minum
3.
Pou
Fo’o
Mangga
4.
Hadu
Haju
Kayu
5.
Hudu
Hidi
Halaman Pekarangan
6.
Manasu
Mbako
Memasak
7.
Uta Moro
Uta Mbeca
Sayur
8.
Uta Mbohi
Uta Moti
Ikan Laut
9.
Kaliu
Ncai
Jalan
10.
Asa A’u
Ncai Uma
Pintu Rumah
11.
Kambau
Sahe
Kerbau
12.
Lako/Asu
Lako
Anjing
13
Diha
Riha
Dapur
14
Kari
Hari
Tertawa
15.
Wine
Siwe
Perempuan
16.
Kababu
Baju
Baju
17.
Pare
Fare
Padi
18.
Latu
Jago
Jagung
20.
Tu’a
Teka
Naik
21.
Purru
Londo
Turun
22.
Piri
Rata
Rata
23.
Po’o
Tuta
Kepala
24.
Lima
Rima
Tangan
25.
Langge
Edi
Kaki
26.
Paresa
Nuntu
Bicara
27.
Kanu
Kani
Pakaian
28
Manu
Janga
Ayam
29.
Kataba
Kapenta
Papan Kayu
30.
Wu’a
U’a
Pinang
31.
Nangga
Nangga
Nangka
32.
Kangguhu
Kanggihi
Bertani
33.
Dangga
Lampa
Jalan
34.
Dangga-Dangga
Lampa-lampa
Jalan-jalan
35.
Palai
Rai
Lari
36.
Mate
Made
Mati
37.
Diu
Ndeu
Mandi
38.
Osi
Waca
Cuci
38.
Watu
Wadu
Batu
39.
Sondo OI
Condo OI
Mengambil Air
40.
Kodo
Kidi
Berdiri
41.
Tu’o
Doho
Duduk
42.
Out
Maru
Tidur
43.
Wile
Ba
Bola
44.
Sapo
Salaja
Dangau
45.
Wea
Mbei
Beri
46.
Kaleki
Sawai
Kikir
47.
Wante
Na’e
Besar
48.
Boki
To’i
Kecil
49.
Dore
Doro
Gunung
50.
Le’a
Paki
Buang
51.
Ala
Weha
Ambil
52.
Dompo
Cila
Parang
53.
Somi
Piso
Pisau
54.
Toka
Ponggo
Kapak
55.
Siru
Ciru
Sendok
56.
Bangga
Tolo
Sawah
57.
Soki
Sori
Sungai
58.
Ka O’u
O’o
Bambu
59.
Oro
Kuta
Pagar
60.
Saendo
Tio
Lihat
61.
Mbuta
Mbuda
Buta
62.
Mpoki
Mpinga
Tuli
63.
Pawara
Kawara
Ingat
64.
Salupa
Nefa
Lupa
65.
Sui Inge
Ne’e Angi
Pacaran
66.
Long Ate
Lingi Ade
Rindu
67.
Teko
Wisi
Betis
68.
Paka
Wangga
Paha
69.
Lawolo
Lawili
Dada
70.
Yilu
Ilu
Hidung
71.
Matta
Mada
Mentah
72.
Yille
Ntanda
Nonton
73.
Wiro
Fiko
Telinga
74.
Ka’e
Kinggi
Jari
75.
Linte
Lingga
Bantal
76.
Rae
Nahu
Saya,aku
77.
Oe
Nggomi
Kamu
78.
Yeme
Ita
Anda
79.
Saru
Dou
Orang
80.
Ngenggo
Maki
Capek,lelah
81.
Mbou
Bou
Baru
82.
Ntoiti
Ntoi
Lama/dulu
83.
Pengi
Raho
Minta
84.
Urra
Ura
Hujan
85.
Maleko
Landa
Jual
86.
Cola
Weli
Beli
87.
Loa
Roa
Periuk
88.
La’i
Rahi
Suami
89.
Wei
Wei
Istri
90.
Rana
Riana
Mertua
91.
Lito
Rido
Menantu
92.
Toba
Bale
Lempar
93.
Laru
Lapa
Parit
94.
Tutu
Dudu
Landak
95.
Topo
Dipi
Tikar
96.
Yuma
Uma
Rumah
97.
Songo
Ncango
Goreng
98.
Tune
Muja
Gentong
99.
Tunu
Ka’a
Bakar
100.
Nasu
Lowi
Rebus Sayur

Related Post



1 komentar:

.::.arifLewisape.::. said...

Ada kosa kata bahasa Sambori yang sebenarnya sama dengan kosa kata Nggahi Mbojo tetapi padanan dalam Nggahi Mbojo tersaji dalan sinonimnya. Misalnya COLA padanannya : Weli . Kata COLA juga kosa kata Nggahi Mbojo yang berarti : BAYAR , tentu terkait dengan : WELI. Terlihat ada kesamaan dengan kosa kata bahasa Kolo. Apakah ada kaitan dengan masyarakat Sambori ?

Post a Comment

 
Powered by La Ari